twitter





TEKS Sumpah Pemuda
 




SUMPAH PEMUDA

Kami putra dan putri Indonesia,mengaku bertumpah darah yang satu,tanah Indonesia.
Kami putra dan putri Indonesia mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.
Kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.
  

Makna Sumpah Pemuda versi Japto Soelistyo


Ketua Majelis Pimpinan Pusat Pemuda Pancasila (PP) Japto Soelistyo Soerjosoemarno (ist)
 
 
 

Sindonews.com - Ketua Majelis Pimpinan Pusat Pemuda Pancasila (PP) Japto Soelistyo Soerjosoemarno melihat, saat ini pemuda semakin hilang semangat nasionalismenya.

Dengan demikian, PP yang lahir berbarengan dengan Sumpah Pemuda, berjanji akan terus mengajak muda-mudi agar tetap menjaga persatuan bangsa.

"Kami dilahirkan tepat pada 28 Oktober 1959, bertepatan dengan Sumpah Pemuda. Sehingga secara nilai, kami ini sebagai penerus Sumpah Pemuda. Ini yang akan terus kami jaga," kata Japto, melalui siaran persnya, Selasa (29/10/2013).

Menurutnya, sejarah PP adalah sebuah organisasi yang dilahirkan karena mengantisipasi Dekrit Presiden 5 Juli tahun 1959. Setelah PP berdiri disusul pula banyak berdiri partai, maupun ormas lain sebagai kubu-kubu Pancasila.

"Namun muda-mudi sekarang terlihat sudah melupakan apa yang dulu diperjuangkan, mereka sudah terlena dengan budaya barat," lanjutnya.

Dia menuturkan, terdapat beberapa hal yang menjadi perhatian PP terhadap berbagai perkembangan dan kondisi bangsa.

Pertama, Pancasila sebagai ideologi dan dasar negara sepertinya tidak lagi sebagai pandangan hidup bagi bangsa dan negara. Bahkan mungkin sudah mulai alergi, untuk menempatkan pancasila sebagai azas dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

"Akibat tidak menempatkan lagi Pancasila sebagai azas kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Maka dalam berbagai kebiajakan pemerintah telah terjadi penyimpangan dari perjuangan para bapak bangsa (founding father)," katanya.

Japto menyebutkan, hal tersebut tercermin dari kebijakan-kebijakan yang tidak lagi berpihak pada kepentingan rakyat. Bahkan dinilai lebih berpihak kepada asing dan konglomerat di Indonesia.
Pada acara memperingati hari sumpah pemuda, telah diadakan berbagai lomba bulan bahasa, yang merupakan lomba kreasi bakat, kemampuan dan keberanian para siswa untuk mengembangkan bakatnya.


Diantaranya lomba tersebut meliputi:
1.   MC berpasangan


 




Lomba yang dilakukan dari berbagai kelas masing-masing perwakilan 2 orang. Pemilihan peserta MC terbaik, akan dilihat dari keserasian berpenampilan busana, cara penyampaian, intonasi dan kekompakan dari masing-masing peserta.



2.   Cipta Baca Puisi

 






3.  Ranking 1




Lomba ranking 1 diikuti oleh para siswa yang berprestasi, lomba ini tidak kalah menariknya,karena dalam acara lomba ini perlu dibutuhkan suatu pengorbanan  pemikiran yang sangat ekstra.
4.   Tutur Cerita Rakyat



Tutur cerita rakyat perlu diabadikan karena menyangkut tentang budaya. Pada lomba ini peserta wajib bercerita dengan bahasa dari budaya mereka, misalnya: bahasa sunda, jawa, bali, komering, dll. Seperti pada gambar diatas adalah adat dari budaya komering.



5.   Pidato Menirukan Tokoh

Pada lomba ini peserta wajib berpidato dengan menirukan seorang tokoh. Misalnya, tokoh mega wati, Ir.soekarno, Ani yudhoyono, dll.
5.   Lomba Lawak
 

 

Pada pementasan drama lawak ini, acaranya begitu menarik, lucu dan sangat heboh. Karena pada acara ini para peserta sangat berpenampilan lucu, dewan juri pun ada yang tidak sanggup menahan tawa karena begitu lucu. Peserta lomba ini menggunakan bahasa yang beraneka ragam yang bisa membuat penonton terhibur.

Sebagai penutup acara tersebut, panitia menyajikan hiburan seperti:
 a). marcing band

b). kuda kepang




https://www.google.com/search?q=image+sumpah+pemuda&client=firefox-beta&hs=cz&rls=org.mozilla:en-US:official&channel=fflb&tbm=isch&tbo=u&source=univ&sa=X&ei=tSVyUqvNLseBrQeOiIHYDw&ved=0CC8QsAQ&biw=1366&bih=599